Harapan setiap akhwat adalah mendapat seseorang yang paham mengenai agama,karena menurutku seorang ikhwan yang paham agama pastilah sosok yang sangat “super”
Super ngemong, sabar, romantis dan sebagainya tiada cela dan noda , dalam pikiran polos ku, seorang yang ittibausunnah dalam segala hal. Tetapi dalam realita……. Dan aku pun menyadari bahwa seorang ikhwan juga manusia, yang tentu saja mempunyai sifat yang “manusiawi” mereka pun memiliki sederet masalah, & tidak layak pula segala tuntutan di bebankan kepada mereka. Karena mereka bukan malaikat.
Membangun harapan sah - sah saja,hanya saja jangan kaget bila bertemu realita.
Menyatukan dua hati yang berbeda bukanlah hal yang mudah. karena dalam urusan ilmu social, pratikum tidak semudah teori, mungkin beda dengan ilmu eksak praktik memang lebih mudah dari pada teori dan dalam hubungan kelurga bukan di bangun diatas perkalian dan pembagian.
Mengiginkan seorang ikhwan yang menyelesaikan konflik tanpa menyisakan sedikit pun sakit hati atau masalah adalah harapan yang berlebihan. Karena lelaki begitu dominant dengan sifat superiornya, ingin selalu di lebihkan dan tidak mau kalah. Perasaannya begitu kuat untuk mencari pembenaran, bukan kebenaran. Dia selalu kreatif memunculkan kilah – kilah baru demi menutupi kesalahanya, Fitrah wanita memiliki porsi perasaan yang lebih dominant sehingga sulit membedakan pandangan obyektif dan subyektif nya maka sikap nerima atas kekurangannya pasti bisa jadi pilihan tepat untuk mengurangi tingkat kekecewaan.
Seorang ikhwan juga laki – laki biasa yang punya masa lalu dan latar belakang yang berbeda, mereka sama seperti kita punya banyak kelemahan disamping kelebihannya.
Semakin melihat perbedaan semakin terluka hati ini (self – fullfiling prophecy) jadi carilah titik kesamaan untuk meraih kebahagiaan.
Semakin banyak tuntutan, bila tak terpenuhi akan membuat tingkat kekecewaan semakin tinggi. Cita – cita tidak cukup sebagai mimpi perlu di barengi dengan persiapan yang matang, menajamkan kemampuan, berpikir jernih,mengasah emosi dan memupuk pemahaman agama dan percayalah dengan janji Allah bahwa ikhwan yang baik adalah untuk akhwat yang baik pula.Wallahu a’lam
Bila Harapan Bertemu Realita
Label:
About love,
Islami








Komentar :
Poskan Komentar