Panduan Memilih Jurusan di Bidang Komputer


Mas, saya baru mo masuk kuliah, tapi saya sedang bingung mo ngambil jurusan apa? Apa sih sebenarnya bedanya jurusan Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Komputer dan Manajemen Informatika? Dan yang mana menurut mas Romi yang ke depannya bagus? (Adoy Chumaidi)

Juli dan agustus adalah musim orang mendaftar kuliah. Jadi setiap tahun di kedua bulan ini saya ada ritual menerima banyak pertanyaan lewat YM atau email tentang pemilihan jurusan di bidang komputer (computing). Kalau jurusan lain misalnya Grogol atau Kampung Rambutan biasanya nggak tanya saya sih :). Saya coba rangkumkan beberapa jawaban yang biasanya saya berikan.

Perlu kita garis bawahi dulu bahwa “secara konsep” kurikulum bidang komputer di Indonesia sudah cukup baik. Kurikulum Indonesia mengacu dan mengadaptasi Computing Curricula, yaitu panduan kurikulum bidang komputer (computing) yang diterbitkan secara bersama oleh ACM (the Association for Computing Machinery), AIS (the Association for Information System) dan IEEE-CS (the IEEE Computer Society). Beberapa dokumen usulan kurikulum yang diajukan APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer) saya lihat juga mengacu ke Computing Curricula 2001 dan 2005. Kalau kemudian ada pertanyaan kok pelaksanaan di lapangan tidak sebagus konsepnya. Ya banyak faktor yang masih menjadi masalah di Indonesia, kualitas SDM pengajar, infrastruktur, minimnya textbook yang baik, dsb. Mari kita perbaiki bersama-sama dan tidak perlu saling menyalahkan :)

Sekali lagi, Indonesia hanya mengadaptasi dan bukan mengadopsi Computing Curricula, artinya bahwa tidak semua nama jurusan dan nama mata kuliah di Indonesia sama “plek” dengan apa yang ada di Computing Curricula. Computing Curricula memberikan panduan tentang penyelenggaraan, penamaan mata kuliah beserta pembobotannya dan penyusunan kurikulum pada 5 jurusan, yaitu: Computer Engineering (CE, Teknik Komputer), Computer Science (CS, Ilmu Komputer), Information Systems (IS, Sistem Informasi), Information Technology (IT, Teknologi Informasi), Software Engineering (SE, Rekayasa Perangkat Lunak).

Adaptasi dan acuan kurikulum di Indonesia adalah:

1.
Computer Science untuk program studi (jurusan) Teknik Informatika atau Ilmu Komputer
2.
Computer Engineering untuk program studi (jurusan) Sistem Komputer atau Teknik Komputer
3.
Information System untuk Sistem Informasi atau Manajemen Informatika

Sedangkan Software Engineering dan Information Technology, di Indonesia dianggap bukan merupakan program studi (jurusan) karena masih bisa masuk salah satu bagian dari Teknik Informatika atau Ilmu Komputer.

Lha terus dimana letak perbedaan jurusan-jurusan diatas?

Semua jurusan (program studi) sebenarnya memiliki mata kuliah yang boleh dikatakan “sama”, hanya pembobotannya berbeda. Bobot inilah yang nantinya menentukan jalur karier dan bidang kerja lulusan. Kompetensi lulusan setiap jurusan biasanya di desain seperti di bawah:

1.
Computer Engineering (CE) (Jurusan Sistem Komputer atau Teknik Komputer) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu mendesain dan mengimplementasikan sistem yang terintegrasi baik software maupun hardware
2.
Computer Science (CS) (Jurusan Teknik Informatika atau Ilmu Komputer) diharapkan menghasilkan lulusan dengan kemampuan yang cukup luas dimulai dari penguasaan teori (konsep) dan pengembangan software.
3.
Information System (IS) (Jurusan Sistem Informasi atau Manajemen Informatika) diharapkan menghasilkan lulusan yag mampu menganalisa kebutuhan (requirement) dan proses bisnis (business process), serta mendesain sistem berdasarkan tujuan dari organisasi
4.
Information Technology (IT) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu bekerja secara efektif dalam merencanakan, mengimplementasikan, mengkonfigurasi dan memaintain infrastruktur teknologi informasi dalam organisasi.
5.
Software Engineering (SE) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu mengelola aktifitas pengembangan software berskala besar dalam tiap tahapannya (software development life cycle).

Computing Curricula membuat suatu komparasi umum dan pembobotan mata kuliah tiap jurusan dengan visualisasi grafis seperti di bawah. Sumbu horizontal menggambarkan arah pengembangan (apakah lebih teoritis atau lebih praktis), sedangkan sumbu vertikal menggambarkan topik dan desain mata kuliah yang diajarkan. Pembobotan ditandai dengan warna abu-abu tua pada visualisasi gambar.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberikan pemahaman untuk adik-adik sekalian yang baru lulus dan ingin melanjukan kuliah di bidang komputer (computing). Masalah jurusan yang mana yang baik, ini tergantung “minat, keinginan, dan potensi” adik-adik sekalian. Saya yakin tidak seorangpun yang bisa menjudge suatu jurusan lebih baik daripada jurusan lain. Sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa “peluang” lebih utama daripada “minat, keinginan dan potensi”. Toh saya dulu berangkat ke Jepang dan masuk ke jurusan yang sebenarnya bukan minat, keinginan atau potensi saya. Ya prioritas berpikir saya adalah peluang dapat beasiswa ke luar negeri, sehingga dapat membantu meringankan beban orang tua. Kebetulan pada saat saya lulus SMA tahun 1993, perekonomian orang tua saya mengalami masa suram. Jurusan apapun, bahkan kalau saya ditunjuk untuk mengambil jurusan ekonomi, politik, dsb, tetap saya akan ambil karena prioritas peluang lebih tinggi :)

Yang terakhir, perlu diperhatikan bahwa ada beberapa irisan bidang computing dengan bidang lain yang sepertinya mirip tapi sebenarnya beda. Misalnya, bagi yang ingin mendalami desain grafis dan animasi secara mendalam, saya sarankan tidak masuk ke salah satu dari lima jurusan computing diatas. Akan lebih baik apabila masuk ke jurusan desain komunikasi visual (DKV), yang biasanya ada di bawah fakultas seni rupa. Saya jamin lebih pas untuk yang berminat di animasi dan desain grafis. Banyak mahasiswa yang cita-citanya menjadi animator dan graphics designer akhirnya harus melongo dan menyesal karena salah masuk ke jurusan computing. Akan saya bahas tentang DKV di lain kesempatan ;)

Selamat memilih jurusan!


Selengkapnya...

Macam - Macam Jurusan Komputer, Apa Bedanya?


Perlu kita garis bawahi dulu bahwa secara konsep urikulum bidang komputer di Indonesia sudah cukup baik. Kurikulum Indonesia mengacu dan mengadaptasi Computing Curricula, yaitu panduan kurikulum bidang komputer (computing) yang diterbitkan secara bersama oleh ACM (the Association for Computing Machinery), AIS (the Association for Information System) dan IEEE-CS (the IEEE Computer Society).

Beberapa dokumen usulan kurikulum yang diajukan APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer) saya lihat juga mengacu ke Computing Curricula 2001 dan 2005. Kalau kemudian ada pertanyaan kok pelaksanaan di lapangan tidak sebagus konsepnya. Ya banyak faktor yang masih menjadi masalah di Indonesia, kualitas SDM pengajar, infrastruktur, minimnya textbook yang baik, dsb. Mari kita perbaiki bersama-sama dan tidak perlu saling menyalahkan Sekali lagi, Indonesia hanya mengadaptasi dan bukan mengadopsi Computing Curricula, artinya bahwa tidak semua nama jurusan dan nama mata kuliah di Indonesia sama kompleks dengan apa yang ada di Computing Curricula. Computing Curricula memberikan panduan tentang penyelenggaraan, penamaan mata kuliah beserta pembobotannya dan penyusunan kurikulum pada 5 jurusan, yaitu: Computer Engineering (CE, Teknik Komputer), Computer Science (CS, Ilmu Komputer), Information Systems (IS, Sistem Informasi), Information Technology (IT, Teknologi Informasi), Software Engineering (SE, Rekayasa Perangkat Lunak). Adaptasi dan acuan kurikulum di Indonesia adalah:

1. Computer Science untuk program studi (jurusan) Teknik Informatika atau Ilmu Komputer
2. Computer Engineering untuk program studi (jurusan) Sistem Komputer atau Teknik Komputer
3. Information System untuk Sistem Informasi atau Manajemen Informatika

Sedangkan Software Engineering dan Information Technology, di Indonesia dianggap bukan merupakan program studi (jurusan) karena masih bisa masuk salah satu bagian dari Teknik Informatika atau Ilmu Komputer.
Lha terus dimana letak perbedaan jurusan-jurusan diatas? Semua jurusan (program studi) sebenarnya memiliki mata kuliah yang boleh dikatakan sama, hanya pembobotannya berbeda. Bobot inilah yang nantinya menentukan jalur karier dan bidang kerja lulusan. Kompetensi lulusan setiap jurusan biasanya di desain seperti di bawah:

1. Computer Engineering (CE) (Jurusan Sistem Komputer atau Teknik Komputer) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu mendesain dan mengimplementasikan sistem yang terintegrasi baik software maupun hardware
2. Computer Science (CS) (Jurusan Teknik Informatika atau Ilmu Komputer) diharapkan menghasilkan lulusan dengan kemampuan yang cukup luas dimulai dari penguasaan teori (konsep) dan pengembangan software.
3. Information System (IS) (Jurusan Sistem Informasi atau Manajemen Informatika) diharapkan menghasilkan lulusan yag mampu menganalisa kebutuhan (requirement) dan proses bisnis (business process), serta mendesain sistem berdasarkan tujuan dari organisasi
4. Information Technology (IT) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu bekerja secara efektif dalam merencanakan, mengimplementasikan, mengkonfigurasi dan memaintain infrastruktur teknologi informasi dalam organisasi.
5. Software Engineering (SE) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu mengelola aktifitas pengembangan software berskala besar dalam tiap tahapannya (software development life cycle).

Selengkapnya...

Bila Harapan Bertemu Realita




Harapan setiap akhwat adalah mendapat seseorang yang paham mengenai agama,karena menurutku seorang ikhwan yang paham agama pastilah sosok yang sangat “super”
Super ngemong, sabar, romantis dan sebagainya tiada cela dan noda , dalam pikiran polos ku, seorang yang ittibausunnah dalam segala hal. Tetapi dalam realita……. Dan aku pun menyadari bahwa seorang ikhwan juga manusia, yang tentu saja mempunyai sifat yang “manusiawi” mereka pun memiliki sederet masalah, & tidak layak pula segala tuntutan di bebankan kepada mereka. Karena mereka bukan malaikat.

Membangun harapan sah - sah saja,hanya saja jangan kaget bila bertemu realita.
Menyatukan dua hati yang berbeda bukanlah hal yang mudah. karena dalam urusan ilmu social, pratikum tidak semudah teori, mungkin beda dengan ilmu eksak praktik memang lebih mudah dari pada teori dan dalam hubungan kelurga bukan di bangun diatas perkalian dan pembagian.
Mengiginkan seorang ikhwan yang menyelesaikan konflik tanpa menyisakan sedikit pun sakit hati atau masalah adalah harapan yang berlebihan. Karena lelaki begitu dominant dengan sifat superiornya, ingin selalu di lebihkan dan tidak mau kalah. Perasaannya begitu kuat untuk mencari pembenaran, bukan kebenaran. Dia selalu kreatif memunculkan kilah – kilah baru demi menutupi kesalahanya, Fitrah wanita memiliki porsi perasaan yang lebih dominant sehingga sulit membedakan pandangan obyektif dan subyektif nya maka sikap nerima atas kekurangannya pasti bisa jadi pilihan tepat untuk mengurangi tingkat kekecewaan.
Seorang ikhwan juga laki – laki biasa yang punya masa lalu dan latar belakang yang berbeda, mereka sama seperti kita punya banyak kelemahan disamping kelebihannya.
Semakin melihat perbedaan semakin terluka hati ini (self – fullfiling prophecy) jadi carilah titik kesamaan untuk meraih kebahagiaan.
Semakin banyak tuntutan, bila tak terpenuhi akan membuat tingkat kekecewaan semakin tinggi. Cita – cita tidak cukup sebagai mimpi perlu di barengi dengan persiapan yang matang, menajamkan kemampuan, berpikir jernih,mengasah emosi dan memupuk pemahaman agama dan percayalah dengan janji Allah bahwa ikhwan yang baik adalah untuk akhwat yang baik pula.Wallahu a’lam


Selengkapnya...

Segitiga kehidupan saat terjadi GEMPA


Doug Copp, Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI),

Pengalaman


  • Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun

  • Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985

  • Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat



Percobaan

  • Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka "menunduk dan berlindung" dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup "segitiga kehidupan".

  • Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya "segitiga kehidupan" bertahan hidup 100%.
    Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin.




Fakta

  • Bangunan pertama yang saya masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City pada gempa bumi tahun 1985.

  • Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing.

  • Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong.
    Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu.



Teori segitiga kehidupan

  • Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.

  • Ruangan kosong ini lah yang saya sebut "segitiga kehidupan".

  • Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk.


Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.

Amati
Suatu saat anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah "segitiga kehidupan" yang anda temui. segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum.

Sepuluh Tip dalam Keselamatan Gempa Bumi

  1. Hampir semua orang yang hanya "menunduk dan berlindung" pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.

  2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya

  3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.

  4. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.

  5. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.

  6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, anda
    tidak akan selamat!

  7. Jangan pernah lari melalui tangga.
    Tangga memiliki "momen frekuensi" yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri.Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.

  8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.

  9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka & meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.

  10. Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.




Artikel kiriman sdr Kangsa Sasmita (060509)




Selengkapnya...

Hidup Bersama Gempa



Gempa dapat di ketahui kekuatannya
Gempa dapat diketahui lokasinya
Gempa TIDAK DAPAT diketahui KAPAN AKAN TERJADI
Didunia tercatat ribuan kali gempa per tahun
2 – 5 SR frekuensi 6000 – 50.000 kali per tahun
5 – 7 SR frekuensi 100 – 1000
7 – 8 SR frekuensi 1 – 10
> 9 SR frekuensi 1 kali per 20th


  1. Pulau Jawa dan sebagian kepulauan Indonesia duduk diatas lempeng EURASIA dan bertumbukan (subduktif) dengan lempeng INDO-AUSTRALIA yang merangsek/menujam dibawah lempeng Eurasia.

  2. Samudra Hindia dan benua Australia berada diatas lempeng Indo-australia. Patahan lebih sering terjadi dilempeng ini.

  3. Tujaman Indo-austalia terhadap Eurasia sangat menukik hingga lebih dari 45 derajat.

  4. Potensi terjadinya Tsunami

  5. di Samudra Hindia 100%, biasanya terjadi gempa dangkal 30km
    di Laut Jawa 40%, biasanya gempa menengah s/d dalam >70km


Indonesia Timur

  1. Lempeng Carolina ada di sebelah timur Manado wilayah Halmahera dan Kepala Burung Papua (terdiri dari Molucca Sea Plate dan Halmahera Plate).

  2. Di sebelah timur lautnya lagi terdapat lempeng besar Pacific.

  3. Diutara Sulawesi Utara terdapat lempeng Sangihe.

  4. Gempa di wilayah timur lebih disebabkan tumbukan antara lempeng Eurasia dengan lempeng Carolina



Sikap Waspada

  1. Bersahabatlah dengan Gempa

  2. Tetap sadar dan bereaksi cepat dan tepat

  3. Tidak perlu takut / paranoid

  4. Periksa kembali kondisi rumah Anda, jika ada yang lapuk / retak segera perbaiki.

  5. Periksa peralatan dalam rumah dan bayangkan jika terjadi goncangan apa yang terjadi

  6. Hapalkan lokasi perlindungan SEGITIGA KEHIDUPAN



Jika Gempa Menyerang

  1. 5 detik pertama rasakan dan pastikan gempa menyerang, JANGAN PANIK

  2. Berikutnya TERIAK GEMPA

  3. Secepatnya raih bayi/ anak /orang tua/ orang cacat (handycap), HP, radio, senter

  4. Yang sedang masak matikan kompor

  5. Yang sedang mandi kenakan handuk/piyama

  6. Gunakan jalur evakuasi dan segera KELUAR

  7. Jika tidak mungkin keluar, gunakan perlindungan SEGITIGA KEHIDUPAN




Ruangan 1


  1. Perhatikan dan hapalkan tataletak/design ruangan, letak pintu, sofa, almari, tempat tidur, dapur, kamar mandi, tangga, pajangan2 dan “segitiga kehidupan”

  2. Buatlah dan hapalkan arah dan jalur evakuasi tercepat jika Anda berada dalam kamar, dapur, kamar mandi, lantai 2. Simulasikan jalur evakuasi.

  3. Designlah kunci pintu sedemikian rupa agar cepat dibuka dan tidak rumit (gunakan kunci selot)

  4. Seluruh SD & Puskesmas yang dibangun setelah gempa Jogya, daun pintunya dibuka kearah luar.




Ruangan 2

  1. Jangan meletakan barang pecah belah (pajangan, keramik,TV,rak) di sepanjang jalur evakuasi. Jika jatuh pecah maka kaki anda akan terluka menginjaknya.

  2. Selalu letakkan senter, HP & radio kecil dekat dengan Anda dan dengan cepat Anda raih.

  3. Siapkan handuk besar/piyama & senter dalam kamar mandi.

  4. Gunakan bantal/guling untuk melindungi kepala

  5. Ada juga yang meletakkan helm dekat tempat tidur

  6. Matikan kompor segera




Setelah Gempa

  1. JANGAN KEMBALI KE DALAM RUMAH sebelum ada kepastian tidak ada gempa susulan dan kondisi bangunan aman.

  2. Periksa kembali kondisi luar dan dalam rumah

  3. Pastikan besar kecilnya kerusakan

  4. Periksa alat2 tataletak dan sambungan2 listrik (TV, kulkas, kabel2, lampu, stopkontak, saklar, mesin air, mesin cuci, kompor)

  5. Periksa sambungan gas LPG, lampu gantung, hiasan dinding/gantung, tangga, plafon




Diluar Ruangan

  1. Berada di tanah lapang atau jalan adalah lebih baik, berjongkok/ duduk jika merasa pusing

  2. Menjauhlah dari tembok / bangunan / kaca jendela

  3. Menjauhlah dari tiang listrik / telpon / papan reklame / genteng

  4. Gunakan radio untuk memonitor berita dari radio terkemuka.

  5. Jika merasa tidak nyaman, istirahat/ tidur dihalaman adalah lebih baik.





Digedung Bertingkat / Apartement


  1. Perhatikan dan hapalkan tataletak/design ruangan, gedung, letak pintu2, tangga darurat, lokasi berkumpul (assembly point).

  2. Buatlah dan hapalkan arah dan jalur evakuasi tercepat jika Anda berada dalam ruangan. Simulasikan jalur evakuasi.

  3. Jangan gunakan Lift. Seorang bapak menuruni tangga darurat dari lantai 30 ke lantai 15 tempat assembly point yang dirancang cukup aman disebuah apartment saat terjadi gempa Indramayu.

  4. Jauhi jendela kaca, lampu gantung, tangga lobi.

  5. Jika tidak mungkin keluar, berlindunglah di “segitiga kehidupan”




Mall & Lift

  1. Di Mall, Bioskop, ground floor – kepanikan dan bertumpuk di pintu/tangga akan menimbulkan korban, ikuti petunjuk satpam, kenali lingkungan dan pintu darurat, bertindak secara mandiri lebih baik.

  2. Jangan gunakan Lift dan Eskalator. Tekan semua tombol jika anda merasa terguncang di dalam lift agar berhenti di lantai terdekat.

  3. Akan terasa guncangan khas (uncontrol) jika berkendaraan mobil dan jauhi jembatan billboard kawat listrik gedung, berhenti dan keluar dari mobil.

  4. Jangan nyalakan korek api jika terperangkap dalam reruntuhan. Minimalkan gerakan, buatlah suara, gunakan HP atau ketuk2 pipa, teriak adalah upaya terakhir untuk minta tolong.




Apa Kata Mereka?


  1. Dr Sri Widiyantoro, Associate Profesor of Seimology ITB “Wilayah ini tengah mengumpulkan energi”

  2. Dr PJ Prih Harjadi, Direktur Sistem Informasi dan Data Geofisika BMG “Lempeng Indo-australia mendorong lempeng Eurasia dgn kecepatan 4-6 cm/tahun, bisa diditeksi oleh GPS”

  3. Ir Eko Teguh Paripurno MT, ahli disaster management UPN Yogyakarta “Manajemen bencana adalah menempatkan masyarakat sbg sisi yang harus diperhatikan dalam pengelolaan bencana”

  4. Dr Wahyu Triyoso, pengajar jurusan Geofisika ITB “Wilayah potensi gempa besar adalah Mentawai, Padang, Bengkulu, Lampung, Sulawesi Utara, dan Tenggara, Kepala Burung Papua”





Manusia PERLU RELAKSASI
maka
GEMPA ADALAH CARA BUMI UNTUK BERRELAKSASI
menuju keadaan normal dari dorongan, desakan, tumbukan, tujaman, geseran

Artikel Kiriman Rinang




Selengkapnya...

Teruntuk Akhi... yang akan jadi pendamping hidupku kelak



Akhi..., ini ungkapan untuk mu









Selengkapnya...

Belajar saling memahami yuch...



EHM tulisan ini buat teman2ku yang belum lama menikah to antika, sofy dll, eh yang belum merid juga boleh baca buat mz amin, huda termasuk diriku ( hehe aku sendiri blm merid :)). Tp gpp lah buat tambah- tambah ilmu moga artikel ini bisa bermanfaat. amin
Menerima pendamping apa adanya dengan tidak berharap terlalu banyak, merupakan bekal untuk mencapai kemesraan dalam rumah tangga dan kebahagiaan di akhirat.
Sebagai hamba yang dianugerahi fitrah, kita memang perlu menyeimbangkan harapan. Tak salah kita berdoa memohon suami yang sempurna, tetapi pada saat yang sama kita juga harus melapangkan dada untuk menerima kekurangan. Kita boleh memancangkan harapan, tapi kita juga perlu bertanya apa yang sudah kita persiapkan agar layak mendampingi pasangan idaman.

Ini bukan berarti kita tidak boleh mempunyai keinginan untuk memperbaiki kehidupan, rumah tangga , serta pasangan kita. Akan tetapi, semakin besar harapan dalam pernikahan semakin sulit mencapai kebahagiaan dan kemesraan. Sebaliknya, semakin tinggi komitmen pernikahan (marital commitment) akan semakin lebar jalan yang terbentang untuk memperoleh kebahagian dan kepuasan.

Apa bedanya harapan dan komitmen? Apa pula pengaruhnya terhadap keutuhan rumah tangga? Harapan terhadap perkawinan menunjukkan apa yang ingin kita dapatkan dalam perkawinan. Bila kita memiliki harapan perkawinan yang sangat besar, sulit bagi kita untuk menerima pasangan apa adanya. Kita akan selalu melihat dia penuh kekurangan. Jika kita menikah karena terpesona oleh kecantikan / ketampanannya, kita akan segera kehilangan kemesraan sehingga tidak bisa berlemah lembut begitu pasangan sudah tidak memikat lagi. Betapa cepat dan berlalu dan betapa besar nestapa yang harus ditanggung.

Sementara itu, komitmen perkawinan lebih menunjukkan rumah tangga seperti apa yang ingin dibangun. Kerelaan untuk menerima kekurangan, termasuk mengikhlaskan hati menerima kekurangannya membuatnya lebih mudah mensyukuri perkawinan.

Contohnya nich kalo sudah menikah tapi istri belum pintar memasak, sebagai suami harus rela terima kekurangannya dan berpikir positif “ Ah nanti juga bisa..” kalo terus giat berlatih. Ada pepatah mengatakan, sesungguhnya bisa itu karena biasa. Begitu pula dengan memasak. Jika sejak kecil atau masih gadis seorang wanita rajin membantu ibunya di dapur, insyaallah ia akan lebih mengetahui urusan dapur alias masak-memasak. Tapi latar belakang sesorang tentu berbeda –beda apalagi kalo mempunyai seorang ibu yang memberikan service untuk keluarganya (hehe..pembelaan , soalnya aku termasuk belum pandai memasak .untuk yang jadi pendampingku kelak yang sabar yach.. ajarin aku masak,,..Kalo kmu pinter masak, kalo ga pinter kita belajar bareng yach :) ),Memang, sepertinya sudah menjadi kesepakatan umum kalau wanita selayaknya harus bisa masak. Pendapat ini bisa dimaklumi karena salah satu tugas utama wanita setelah menikah adalah memasakkan atau menyajikan makanan untuk keluarganya.

Hmm tapi ada baiknya juga diadakan masak bersama, kadang seorang suami malah lebih pintar memasak daripada istrinya. Selain untuk menambah keharmonisan, kegiatan ini juga bisa dijadikan sarana untuk menularkan kepandaian memasak sang suami pada istrinya. Jika suami tidak pintar masak pun, kegiatan masak bersama tetap asyik dilakukan, karena disitu keduanya akan sama-sama belajar. Walaupun memasak adalah tugas seorang istri, tapi tak ada salahnya bila suami juga belajar masak. Jadi, jika kelak istri sedang berhalangan, misalnya sakit atau melahirkan, sang suami bisa menggantikan posisi sebagai koki rumah tangga untuk sementara. ya meringankan tugas istri itu sebagai bentuk tanda kasih sayang juga .

Kalau sampai menikah ternyata masih belum pandai masak, dan rasa masakannya ga seenak makanan yang diluar, suami harus maklum dunk, sedih kan, kalau sudah capek-capek masak, eh suami tidak selera makan?. Disini bukan ga boleh mengutarakan tapi utarakan lah dengan sopan jangan sampai membuat sedih hati istrinya.

Berikut ada suatu terminologi "aku" dan kamu". Saat kita mendapatkan bahwa masakan yang dibuat pasangan kita keasinan misalnya, maka gunakanlah kata ganti "aku" . "Aku lebih suka kalau sayurnya lebih manis, sayang" Tapi saat kita mendapatkan suatu kelebihan pada diri pasangan, ia sukses menggoreng telor dadar misalnya (biasanya ia menggoreng berkerak), maka kita gunakan kata ganti "kamu". "Kamu memang pintar, istriku". Kita gunakan kata "aku" untuk sesuatu yang sifatnya negatif dan "kamu" untuk sesuatu yang sifatnya positif. Untuk semua hal.

Tampaknya memang benar, karena penggunaan kata ganti "kamu" untuk sebuah kesalahan yang telah dilakukan oleh pasangan kita cenderung menyaran pada arti memvonis alih-alih memosisikan pasangan kita sebagai tertuduh.

Dalam perspektif pragmatik (linguistik), terminologi ini merupakan sebuah upaya penggunaan maksim kesopanan dengan tetap mempertahankan maksim kerja sama. Dengan tujuan agar tidak terjadi konflik pada keduanya.

Berangkat dari petunjuk Allah ini tidak layak bagi kita untuk sibuk mempersoalkan kekurangan ataupun kesalahan, apalagi kekurangan yang sulit dihilangkan, sepanjang ia tidak melakukan kekejian yang nyata. Betapa pun banyak yang tidak kita sukai darinya, kemesraan dengannya tak akan pudar jika kita mencoba untuk berbaik sangka kepada Allah, barangkali di balik itu Allah berikan kebaikan yang sangat besar. Sebaliknya, sesedikit apa pun keburukannya, bila kita sibuk menyebut-nyebut dan mengingatnya, akan sangat memberatkan jiwa. Dampak selanjutnya tidak hanya bagi hubungan suami istri, tetapi merembet pada hubungan kita dan si kecil.

Terimalah ia apa adanya. Terimalah kekurangannya dengan keikhlasan hati maka akan kita temukan cinta yang bersemi indah. Sesudahnya berupaya memperbaiki dan bukan menuntut untuk sempurna. Bukankah kita sendiri mempunyai kekurangan, mengapa kita sibuk menuntut pasangan untuk sempurna? Ada amanat yang harus kita emban ketika kita menikah. Ada ruang untuk saling berbagi. Ada ruang untuk saling memperbaiki. Dan bukan saling mengeluhkan, alih-alih menyebut-nyebut kekurangan.

Pahamilah kekhilafannya agar ia merasa ringan dalam memperbaiki, meski bukan berarti kita lantas membiarkan kesalahan. Berikanlah dukungan dan kehangatan kepadanya sehingga ia berbesar hati menghadapi tantangan-tantangan yang ada di depan. Tunjukkanlah bahwa kita memang sangat menghargainya, menerimanya dengan tulus, mau mengerti dan bersemangat mendampinginya. Wallahu’alam.

Sumber : dudung.net, majalah-nikah.com,


Selengkapnya...